Memahami Makna 10 Muharram 2026 dan Keutamaannya
Memahami Makna 10 Muharram 2026 dan Keutamaannya
Foto: LDII | LDII Tetapkan Puasa Tasua dan Asyura pada 25-26 Juni
Jakarta, 19 June 2026 — Seperti dilansir detikNews, Hari Asyura atau 10 Muharram 2026 jatuh pada tanggal 26 Juni. Ini merupakan momen penting dalam kalender Islam, mengingatkan kita akan peristiwa penting dalam sejarah Islam. Pada hari ini, umat Islam di seluruh dunia memperingati peristiwa bersejarah yang terkait dengan Nabi Muhammad SAW dan keluarganya. Menurut laporan LDII, DPP LDII menetapkan 1 Muharam 1448 Hijriah jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026, yang berarti 10 Muharram jatuh pada 26 Juni. Ini menjadi acuan bagi umat Islam untuk memahami dan merenungi makna dari hari tersebut.
Di tengah kesibukan kehidupan sehari-hari, peringatan Hari Asyura menjadi pengingat akan pentingnya refleksi dan introspeksi. Umat Islam dianjurkan untuk berpuasa pada hari ini sebagai bentuk penghormatan dan pengingat akan peristiwa bersejarah yang terjadi. Seperti dilansir CNN Indonesia, bolehkah puasa Asyura tanpa puasa Tasua menjadi pertanyaan yang sering diajukan. Menurut hukum Islam, puasa Tasua dan Asyura memiliki keutamaan tersendiri, dan melakukan puasa pada hari-hari tersebut dapat meningkatkan iman dan ketakwaan.
Lebih jauh lagi, peringatan Hari Asyura juga mengingatkan kita akan pentingnya persatuan dan kesatuan umat. Pada hari ini, umat Islam dari berbagai latar belakang dan mazhab berkumpul untuk memperingati peristiwa bersejarah yang sama, menunjukkan kesatuan dan kebersamaan dalam iman. Menurut laporan detikNews, Hari Asyura memiliki keutamaan yang besar, termasuk meningkatkan iman dan ketakwaan, serta mempereratkan hubungan antara umat Islam. Oleh karena itu, peringatan Hari Asyura menjadi momentum penting untuk memperkuat ikatan kebersamaan dan memperluas cinta kasih antara sesama.
Bagi banyak kalangan, Hari Asyura juga menjadi kesempatan untuk memahami dan mempraktekan nilai-nilai Islam yang sesungguhnya. Pada hari ini, umat Islam dianjurkan untuk melakukan amalan-amalan yang baik, seperti berpuasa, berzakat, dan melakukan kegiatan kebaikan lainnya. Seperti dilansir LDII, DPP LDII menetapkan puasa Tasua dan Asyura pada 25-26 Juni, yang menjadi acuan bagi umat Islam untuk memahami dan mempraktekan nilai-nilai Islam yang sesungguhnya. Dengan demikian, peringatan Hari Asyura menjadi momentum penting untuk memperkuat iman dan ketakwaan, serta memperluas cinta kasih antara sesama.
Yang menarik adalah, peringatan Hari Asyura juga memiliki dampak positif bagi masyarakat dan dunia. Pada hari ini, umat Islam dari berbagai belahan dunia berkumpul untuk memperingati peristiwa bersejarah yang sama, menunjukkan kesatuan dan kebersamaan dalam iman. Menurut laporan CNN Indonesia, peringatan Hari Asyura menjadi kesempatan untuk memperluas cinta kasih dan mempereratkan hubungan antara umat Islam, serta memperkuat ikatan kebersamaan dengan masyarakat lainnya. Dengan demikian, peringatan Hari Asyura menjadi momentum penting untuk mempromosikan kesatuan, kebersamaan, dan cinta kasih antara sesama.
Tak bisa dipungkiri, peringatan Hari Asyura juga memiliki manfaat besar bagi umat Islam dan masyarakat. Pada hari ini, umat Islam dianjurkan untuk melakukan amalan-amalan yang baik, seperti berpuasa, berzakat, dan melakukan kegiatan kebaikan lainnya. Seperti dilansir detikNews, peringatan Hari Asyura menjadi kesempatan untuk memperkuat iman dan ketakwaan, serta memperluas cinta kasih antara sesama. Dengan demikian, peringatan Hari Asyura menjadi momentum penting untuk mempromosikan kesatuan, kebersamaan, dan cinta kasih antara sesama, serta memperkuat ikatan kebersamaan dengan masyarakat lainnya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa peringatan Hari Asyura memiliki dampak positif yang besar bagi umat Islam dan masyarakat. Pada hari ini, umat Islam dari berbagai belahan dunia berkumpul untuk memperingati peristiwa bersejarah yang sama, menunjukkan kesatuan dan kebersamaan dalam iman. Menurut laporan LDII, peringatan Hari Asyura menjadi kesempatan untuk memperluas cinta kasih dan mempereratkan hubungan antara umat Islam, serta memperkuat ikatan kebersamaan dengan masyarakat lainnya. Dengan demikian, peringatan Hari Asyura menjadi momentum penting untuk mempromosikan kesatuan, kebersamaan, dan cinta kasih antara sesama.
Dalam konteks yang lebih luas, peringatan Hari Asyura juga memiliki hikmah yang besar bagi umat Islam dan masyarakat. Pada hari ini, umat Islam dianjurkan untuk melakukan amalan-amalan yang baik, seperti berpuasa, berzakat, dan melakukan kegiatan kebaikan lainnya. Seperti dilansir CNN Indonesia, peringatan Hari Asyura menjadi kesempatan untuk memperkuat iman dan ketakwaan, serta memperluas cinta kasih antara sesama. Dengan demikian, peringatan Hari Asyura menjadi momentum penting untuk mempromosikan kesatuan, kebersamaan, dan cinta kasih antara sesama, serta memperkuat ikatan kebersamaan dengan masyarakat lainnya. Oleh karena itu, peringatan Hari Asyura menjadi hari yang sangat penting bagi umat Islam dan masyarakat, dan harus diperingati dengan penuh makna dan hikmah.
Menariknya, peringatan Hari Asyura juga memiliki pelajaran konkret yang bisa diambil oleh pembaca. Pada hari ini, umat Islam dianjurkan untuk melakukan amalan-amalan yang baik, seperti berpuasa, berzakat, dan melakukan kegiatan kebaikan lainnya. Seperti dilansir detikNews, peringatan Hari Asyura menjadi kesempatan untuk memperkuat iman dan ketakwaan, serta memperluas cinta kasih antara sesama. Dengan demikian, peringatan Hari Asyura menjadi momentum penting untuk mempromosikan kesatuan, kebersamaan, dan cinta kasih antara sesama, serta memperkuat ikatan kebersamaan dengan masyarakat lainnya. Oleh karena itu, peringatan Hari Asyura menjadi hari yang sangat penting bagi umat Islam dan masyarakat, dan harus diperingati dengan penuh makna dan hikmah.
[ ا MH ]