Alif MH - Info: Muhammadiyah
بِسْمِ ٱللّهِ ٱلرّحْمٰنِ ٱلرّحِيمِ
Bismillahirrahmanirrahim
Showing posts with label Muhammadiyah. Show all posts
Showing posts with label Muhammadiyah. Show all posts

Sunday, July 26, 2026

Pembukaan PLP Kelompok 70 Umsida di Balai Desa Sumurgayam Resmi Digelar


Sidoarjo, AlifMH.info — Mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Kelompok 70 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar kegiatan pembukaan program di Balai Desa Sumurgayam pada Sabtu (25/07/2026). Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya pelaksanaan praktik mengajar di madrasah sekaligus praktik pengabdian kepada masyarakat di Desa Sumurgayam.

Acara pembukaan dihadiri oleh perwakilan Kepala Desa beserta perangkat Desa Sumurgayam, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) PLP Kelompok 70, perwakilan MI Muhammadiyah 14 Sumurgayam, perwakilan MA Al Islah, Pemuda sumur gayam, serta seluruh mahasiswa Umsida yang akan melaksanakan praktik mengajar di madrasah dan menjalani praktik pengabdian masyarakat di desa tersebut.

Rangkaian kegiatan dipandu oleh pembawa acara yang membuka acara dengan membacakan susunan kegiatan. Selanjutnya, acara diawali dengan pembacaan tilawah Al-Qur'an oleh Huda. Suasana khidmat kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh Lidiya dan diikuti oleh seluruh tamu undangan yang hadir.

Kegiatan pembukaan berlangsung dengan penuh kekeluargaan. Melalui kegiatan ini, seluruh pihak yang terlibat dapat saling mengenal sebelum mahasiswa menjalankan berbagai aktivitas selama masa PLP dan pengabdian masyarakat di Desa Sumurgayam.


Perangkat Desa dan DPL Berikan Sambutan kepada Mahasiswa PLP

Sambutan pertama disampaikan oleh perwakilan perangkat Desa Sumurgayam, Bapak Muklas. Dalam sambutannya, beliau mengucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa PLP Kelompok 70 Umsida yang akan melaksanakan kegiatan di desa tersebut.

Selain memberikan ucapan selamat datang,Bapak Muklas juga menjelaskan gambaran umum serta latar belakang Desa Sumurgayam. Ia memperkenalkan kondisi desa sekaligus menjelaskan adanya perbedaan adat maupun kebiasaan masyarakat setempat agar mahasiswa dapat lebih mudah beradaptasi selama menjalankan kegiatan.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan PLP Kelompok 70,Bapak Moch. Bahak Udin By Arifin, M.Pd.I. Beliau menjelaskan bahwa mahasiswa akan melaksanakan dua bentuk kegiatan, yaitu praktik mengajar di madrasah dan praktik pengabdian kepada masyarakat di Desa Sumurgayam.

Pada kesempatan tersebut, beliau juga secara simbolis menyerahkan sekaligus menitipkan mahasiswa kepada pihak desa dan madrasah. Dalam sambutannya beliau menyampaikan, "Apabila mahasiswa tidak mengikuti aturan yang berlaku, silakan ditegur." Pernyataan tersebut menjadi bentuk komitmen agar mahasiswa dapat menjaga sikap serta menaati tata tertib selama menjalankan kegiatan PLP dan pengabdian masyarakat.


Mahasiswa PLP Paparkan Program Kerja untuk Masyarakat Desa Sumurgayam

Mewakili seluruh mahasiswa, Ketua Kelompok PLP 70, Winne, menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh pemerintah desa, pihak madrasah, dan seluruh pihak yang telah menerima kehadiran mahasiswa Umsida di Desa Sumurgayam.

Dalam sambutannya, Winne berharap seluruh mahasiswa memperoleh arahan dan bimbingan selama pelaksanaan kegiatan. Ia juga menyampaikan secara singkat bahwa mahasiswa telah menyiapkan sejumlah program kerja yang akan dilaksanakan bersama masyarakat.

Pemaparan program kerja kemudian disampaikan oleh Fahima. Ia menjelaskan bahwa salah satu program unggulan yang akan dilaksanakan adalah Rumah Burung Hantu (RUBUHA) sebagai solusi untuk membantu menangani permasalahan hama di area persawahan Desa Sumurgayam.

Selain itu, mahasiswa juga akan melaksanakan program Rumah Bertumbuh berupa les privat Pendidikan Agama Islam (PAI) dan kegiatan mengajar mengaji. Program lainnya meliputi senam sehat untuk meningkatkan kebugaran masyarakat, kajian pemuda, serta rebranding UMKM melalui pembuatan banner sebagai upaya meningkatkan identitas dan daya tarik usaha lokal.

Setelah pemaparan program kerja selesai, acara dilanjutkan dengan penyematan tanda dibukanya kegiatan PLP yang diwakili oleh perwakilan perangkat desa, DPL PLP Kelompok 70, dan perwakilan mahasiswa sebagai simbol dimulainya pelaksanaan program. Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh tamu undangan sebagai bentuk kebersamaan serta awal kolaborasi antara mahasiswa Umsida, pemerintah desa, dan pihak madrasah selama pelaksanaan PLP dan pengabdian kepada masyarakat di Desa Sumurgayam.

[ ا MH ]

Monday, July 20, 2026

My IPM V2 Dorong Kader Menjadi Pengguna dan Produsen Pengetahuan


Jakarta, AlifMH.info — Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) menghadirkan My IPM V2 sebagai ekosistem digital yang tidak hanya mendukung administrasi organisasi, tetapi juga mendorong kader untuk memproduksi dan menyebarkan pengetahuan.

Platform yang dapat diakses melalui ipm.my.id tersebut menghubungkan layanan keanggotaan, tata kelola organisasi, penyelenggaraan kegiatan, pengembangan potensi, hingga publikasi karya kader.

Versi terbaru My IPM diperkenalkan melalui kampanye “Kuning. Keren.” dengan membawa tampilan yang lebih modern dan pembagian layanan berdasarkan kebutuhan pengguna.

Ketua Umum PP IPM Dany Rahmat Muharram menjelaskan bahwa My IPM V2 dikembangkan sebagai ruang digital bersama bagi seluruh kader Pelajar Muhammadiyah.

“My IPM V2 kami hadirkan bukan hanya sebagai portal informasi, tetapi sebagai ekosistem digital yang menghubungkan kebutuhan kader, organisasi, kegiatan, dan pengembangan pengetahuan dalam satu pintu,” kata Dany.


Digitalisasi Tidak Berhenti pada Administrasi

Transformasi digital dalam organisasi sering kali hanya dipahami sebagai pemindahan dokumen dari bentuk kertas menuju aplikasi. Padahal, teknologi juga dapat digunakan untuk membangun budaya belajar, menulis, dan berbagi gagasan.

My IPM V2 mencoba menghubungkan kedua kebutuhan tersebut. Platform ini menyediakan layanan praktis untuk organisasi sekaligus membuka ruang bagi pengembangan pengetahuan kader.

Layanan Kader IPM digunakan untuk mengelola identitas keanggotaan dan mendukung pemetaan potensi. Kader dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk mengakses data keanggotaan serta mengeksplorasi minat dan bakat.

Org IPM disediakan untuk membantu pengurus dalam mengelola administrasi dan aktivitas kelembagaan. Data organisasi yang sebelumnya tersebar melalui berbagai perangkat dapat diarahkan ke dalam sistem yang lebih terstruktur.

Sementara itu, Event IPM menghubungkan kader dengan berbagai kegiatan. Kader dapat mencari agenda, mendaftarkan diri, serta terlibat dalam program pengembangan yang diselenggarakan oleh pimpinan IPM di berbagai tingkatan.

Pena IPM menjadi salah satu layanan yang menegaskan dimensi pengetahuan dalam ekosistem tersebut. Melalui Pena IPM, kader dapat menulis artikel, membagikan pengalaman, mendokumentasikan kegiatan, dan menyampaikan gagasan mengenai isu pelajar maupun kemasyarakatan.


Membentuk Ingatan Kolektif Organisasi

Keberadaan ruang publikasi memiliki arti penting bagi organisasi kader. Banyak pengalaman dan gagasan yang lahir dari kegiatan organisasi sering berhenti dalam laporan atau dokumentasi internal.

Melalui sistem publikasi yang terhubung, pengalaman tersebut dapat diolah menjadi pengetahuan yang dapat dibaca dan dipelajari oleh kader lain.

Tulisan kader dari satu daerah dapat menjadi referensi bagi kader di wilayah lain. Dokumentasi program juga dapat membantu organisasi mengevaluasi kegiatan dan menghindari pengulangan kesalahan yang sama.

Dalam materi promosinya, My IPM mencantumkan lebih dari 90 ribu anggota dan lebih dari 300 kegiatan. Jika sebagian besar aktivitas tersebut didokumentasikan secara baik, My IPM dapat berkembang menjadi pusat pengetahuan Pelajar Muhammadiyah.

Dany berharap platform tersebut mampu memberikan manfaat yang lebih luas daripada sekadar menyimpan data anggota dan kegiatan.

“Kami ingin seluruh kader dapat merasakan manfaat platform ini, mulai dari mengakses identitas keanggotaan, mengikuti kegiatan, mengelola organisasi, sampai menghasilkan karya dan gagasan yang bermanfaat bagi gerakan,” ujarnya.


Menyiapkan Pemanfaatan Kecerdasan Buatan

PP IPM juga menyiapkan Qalam AI dan Misykat sebagai layanan lanjutan. Kehadiran Qalam AI memperlihatkan upaya organisasi dalam merespons perkembangan kecerdasan buatan.

Teknologi AI dapat membantu kader dalam mencari informasi, mengolah data, menyusun gagasan awal, maupun mendukung proses belajar. Namun, pemanfaatannya tetap harus disertai kemampuan berpikir kritis dan etika digital.

AI tidak seharusnya menggantikan proses berpikir kader. Teknologi tersebut semestinya digunakan sebagai alat bantu untuk meningkatkan kualitas pengetahuan dan kerja organisasi.

Karena itu, pengembangan fitur perlu berjalan bersama peningkatan literasi digital. Kader harus memahami cara menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, memeriksa kebenaran informasi, serta menjaga keamanan data.

My IPM V2 memiliki peluang untuk menjadi lebih dari sekadar aplikasi organisasi. Dengan pembaruan data, pengelolaan yang konsisten, dan partisipasi aktif kader, platform ini dapat menjadi ruang pertemuan antara kaderisasi, administrasi, teknologi, dan tradisi intelektual Pelajar Muhammadiyah.

Penulis: Yudhistira Ananta

[ ا MH ]

Sunday, May 24, 2026

FORDIGIMU Dilantik, Muhammadiyah Siapkan Pasukan Pencerah di Ruang Digital

Proses Pelantikan FORDIGIMU (sumber: LDK PP Muhammadiyah)

Surakarta, AlifMH.info — Ahad, 24 Mei 2026, menjadi salah satu momentum penting bagi gerakan dakwah Muhammadiyah di era digital. Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara resmi melantik FORDIGIMU atau Forum Dai Digital Muhammadiyah dalam rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Pelantikan FORDIGIMU bukan sekadar pembentukan forum baru, melainkan ikhtiar Muhammadiyah untuk menghadirkan dakwah yang lebih adaptif, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Di tengah derasnya arus media sosial dan perubahan pola komunikasi masyarakat, FORDIGIMU hadir sebagai ruang kolaborasi para dai digital untuk menebarkan nilai Islam yang mencerahkan, menggembirakan, dan membangun harapan.

Kehadiran FORDIGIMU menjadi langkah strategis Muhammadiyah dalam memperkuat dakwah di ruang digital. Media sosial yang kini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat perlu diisi dengan konten-konten positif, edukatif, dan penuh nilai kebaikan.

Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muhammad Arifin, menyampaikan bahwa FORDIGIMU dibentuk sebagai gerakan dakwah digital yang mampu bergerak cepat, terstruktur, dan strategis di media sosial.

Dalam sambutannya, ia mengibaratkan FORDIGIMU sebagai “Kopassus-nya Muhammadiyah” di ruang digital. Istilah tersebut menggambarkan semangat dai digital yang tangguh, lincah, adaptif, dan siap menjawab tantangan perkembangan teknologi informasi.

“FORDIGIMU akan bergerak dan berprogres tanpa harus selalu membawa nama Muhammadiyah secara langsung. Yang utama adalah bagaimana nilai-nilai Islam dapat tersampaikan dan diterima masyarakat luas,” ujarnya.

Menurut Arifin, dakwah di era digital membutuhkan pendekatan yang lebih komunikatif dan dekat dengan kehidupan masyarakat. Media sosial tidak lagi hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga tempat bertemunya informasi, gagasan, opini, hingga pemahaman keagamaan.

Karena itu, para dai digital Muhammadiyah diharapkan mampu memahami bahasa zaman, terutama pola komunikasi generasi muda yang menjadi pengguna aktif media sosial. Dakwah perlu hadir dengan wajah yang ramah, cerdas, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara kontekstual.

Ketua FORDIGIMU, Kamarul Zaman, menegaskan bahwa gerakan dakwah digital harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai keislaman.

Ia mengibaratkan FORDIGIMU seperti bunglon yang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan. Bergerak luwes, hadir di berbagai ruang, namun tetap membawa misi utama untuk menyebarkan kebaikan dan nilai Islam berkemajuan.

Menurutnya, dakwah di media sosial perlu dikemas secara kreatif agar lebih mudah diterima oleh masyarakat. Dakwah tidak selalu harus hadir dalam bentuk formal, tetapi dapat disampaikan melalui berbagai format konten digital yang edukatif, inspiratif, ringan, dan dekat dengan keseharian publik.

Lebih dari sekadar wadah kolaborasi, FORDIGIMU juga diharapkan menjadi penyeimbang di tengah maraknya konten negatif di media sosial. Penyebaran hoaks, ujaran kebencian, provokasi, dan minimnya konten edukatif menjadi tantangan yang perlu dijawab dengan gerakan dakwah yang mencerahkan dan mencerdaskan.

Foto Bersama Pengurus FORDIGIMU (sumber: LDK PP Muhammadiyah)

Melalui forum ini, Muhammadiyah mendorong lahirnya lebih banyak konten positif yang dapat menciptakan ekosistem media sosial yang sehat. Dakwah tidak lagi terbatas pada mimbar konvensional, tetapi juga hadir melalui layar gawai, platform digital, dan ruang-ruang percakapan masyarakat modern.

Kegiatan Bimbingan Teknis FORDIGIMU diikuti peserta dari berbagai daerah. Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai strategi dakwah digital, pengelolaan media sosial, komunikasi publik, pembuatan konten, hingga pemanfaatan teknologi untuk mendukung dakwah berkemajuan.

Dengan dilantiknya FORDIGIMU, Muhammadiyah kembali menunjukkan kemampuannya untuk terus bergerak mengikuti perkembangan zaman. Dari Surakarta, semangat dakwah digital itu dinyalakan: menghadirkan Islam rahmatan lil ‘alamin di ruang digital, menebarkan kebaikan tanpa sekat, serta menjaga media sosial agar tetap menjadi ruang yang sehat, beradab, dan penuh pencerahan.

[ ا MH ]

Saturday, May 23, 2026

Dari Surakarta, Muhammadiyah Nyalakan Gerakan Dakwah Digital yang Mencerahkan


Surakarta, AlifMH.info — Di tengah derasnya arus informasi dan perubahan teknologi yang begitu cepat, Muhammadiyah kembali menunjukkan komitmennya untuk terus hadir membawa pencerahan. Melalui kegiatan Bimbingan Teknis Forum Dai Digital Muhammadiyah yang digelar di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu–Ahad, 23–24 Mei 2026, gerakan dakwah digital Muhammadiyah mendapatkan momentum baru.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muchamad Arifin. Pembukaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan penanda lahirnya semangat baru untuk menjadikan ruang digital sebagai ladang dakwah yang mencerdaskan, menggembirakan, dan menebar kebaikan.

Dalam sambutannya, Muchamad Arifin menyampaikan bahwa para peserta yang hadir merupakan sosok-sosok terpilih dari ribuan pendaftar. Hal ini menjadi bukti bahwa semangat berdakwah di ruang digital, khususnya di kalangan generasi muda Muhammadiyah, terus tumbuh dengan sangat kuat.

“Peserta yang hadir hari ini adalah peserta pilihan yang telah melalui proses seleksi dari ribuan pendaftar. Ini menunjukkan bahwa semangat dakwah digital di kalangan generasi muda Muhammadiyah tumbuh sangat luar biasa,” ungkapnya di hadapan Direktur Pondok Mahasiswa Mas Mansur UMS, Muawaroh.

Menurut Arifin, perkembangan teknologi digital tidak seharusnya dipandang sebagai tantangan semata, tetapi juga sebagai peluang besar untuk memperluas manfaat dakwah. Ketika masyarakat semakin banyak berinteraksi di ruang digital, maka dakwah pun perlu hadir di sana dengan wajah yang ramah, relevan, dan membangun harapan.

“Hari ini teknologi digital berkembang sangat pesat. Dakwah tidak boleh tertinggal. Ketika masyarakat bergerak ke ruang digital, maka dakwah juga harus hadir di sana. Karena itu, kehadiran dai digital menjadi sangat penting untuk membawa nilai-nilai Islam yang mencerahkan dan menggembirakan di tengah derasnya arus informasi,” tegasnya.

Ia menambahkan, dai digital Muhammadiyah memiliki peran penting dalam menjaga ruang digital agar tidak hanya dipenuhi oleh kebisingan informasi, tetapi juga oleh pesan-pesan kebaikan, akhlak, ilmu, dan optimisme. Di tengah banyaknya konten yang dapat memecah belah atau melemahkan semangat, kehadiran dai digital diharapkan mampu menjadi penyejuk sekaligus pemberi arah.

“Dunia digital hari ini membutuhkan kehadiran dai yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi dengan bijak untuk menyebarkan kebaikan, membangun optimisme, dan menjaga moral masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Pondok Mahasiswa Mas Mansur UMS, Muawaroh, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, langkah LDK PP Muhammadiyah dalam memperkuat kapasitas dai digital merupakan terobosan penting dan relevan dengan kebutuhan dakwah masa kini.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang baik ini. Apa yang dilakukan LDK PP Muhammadiyah merupakan langkah yang sangat bagus dan perlu didukung bersama. Dakwah digital menjadi kebutuhan penting hari ini sehingga penguatan kapasitas dai di ruang digital sangat relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Forum Dai Digital Muhammadiyah atau Fordigimu, Kamarul Zaman, juga menegaskan pentingnya dakwah untuk hadir secara aktif, kreatif, dan adaptif di ruang digital. Media sosial dan teknologi informasi kini telah menjadi ruang perjumpaan masyarakat, sehingga dakwah perlu mampu menjangkaunya dengan cara yang lebih dekat dan komunikatif.

Foto bersama setelah kegiatan. (sumber: LDK PP Muhammadiyah)


Melalui Bimtek Forum Dai Digital Muhammadiyah ini, LDK PP Muhammadiyah berharap lahir para dai digital yang tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki kejernihan nilai, keluasan wawasan, dan ketulusan dalam menyampaikan pesan Islam berkemajuan.

Dari Surakarta, semangat itu mulai dinyalakan. Sebuah ikhtiar agar ruang digital tidak hanya menjadi tempat lalu lintas informasi, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya kebaikan, ilmu, akhlak, dan harapan bagi umat.

[ ا MH ]

Monday, April 6, 2026

Pelajar Muhammadiyah Perlu Pimpin Ruang Digital dengan Adab

Oleh: Akhmad Hasbul Wafi - Sekretaris Bidang Kajian Dakwah Islam (KDI) PD IPM Kab. Malang

Malang, AlifMH.info — Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan telah mengubah cara generasi muda Indonesia belajar, berinteraksi, dan memahami dunia. Bagi pelajar Muhammadiyah, perubahan ini membawa peluang besar sekaligus tantangan yang serius. Gawai kini bukan lagi sekadar alat komunikasi, tetapi telah menjadi ruang yang membentuk cara berpikir, cara berbicara, bahkan cara memahami agama. Karena itu, pelajar Muhammadiyah perlu hadir lebih aktif untuk memimpin ruang digital dengan ilmu, adab, dan semangat dakwah yang mencerahkan.

Survei APJII 2024 mencatat jumlah pengguna internet Indonesia telah mencapai 221,56 juta jiwa dengan tingkat penetrasi 79,5 persen. Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat, khususnya generasi muda, hidup dalam ekosistem digital yang sangat padat. Namun derasnya arus digital tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan kesiapan etika dan keamanan. Kajian UNICEF Indonesia mengungkap hanya 37,5 persen anak yang pernah menerima informasi tentang cara aman beraktivitas di internet. Selain itu, 42 persen anak pernah merasa takut atau tidak nyaman akibat pengalaman daring, dan 50,3 persen pernah melihat gambar seksual di media sosial.

Fakta ini memperlihatkan bahwa kemajuan teknologi tidak selalu berjalan seiring dengan pembinaan nilai. Dalam kondisi seperti ini, pelajar tidak cukup hanya diajari memakai teknologi, tetapi juga perlu dibimbing agar mampu menempatkan teknologi di bawah kendali moral. Di sinilah islamisasi digital menjadi penting. Islamisasi digital tidak cukup dipahami sebagai menghadirkan simbol-simbol Islam di media sosial, melainkan sebagai ikhtiar menghadirkan adab, kejujuran, tanggung jawab ilmu, dan budaya tabayyun dalam setiap aktivitas digital.

Bagi pelajar Muhammadiyah, tanggung jawab ini mempunyai makna yang lebih luas. Muhammadiyah merupakan gerakan dakwah, tajdid, dan ilmu yang sejak awal berdiri membawa semangat pencerahan. Karena itu, pelajar Muhammadiyah tidak cukup hanya menjadi pengguna media sosial yang baik secara personal, tetapi juga harus mampu menghadirkan manfaat sosial. Mereka memiliki tanggung jawab moral untuk menggunakan gawai secara amanah dan tanggung jawab persyarikatan untuk mengubah ruang digital menjadi ruang dakwah, pendidikan, dan penjernihan informasi.

Tantangan ini terasa semakin besar di era AI. Kemudahan yang ditawarkan teknologi memang dapat membantu proses belajar. Namun jika digunakan tanpa kendali, AI dapat melahirkan ketergantungan instan dan melemahkan proses berpikir yang mendalam. UNESCO telah menegaskan bahwa penggunaan generative AI dalam pendidikan harus berpusat pada manusia, aman, inklusif, dan etis. Prinsip ini sejalan dengan pandangan Muhammadiyah yang dalam forum resminya mendorong pengembangan AI yang berkah, beretika, dan berkemajuan. Ini menunjukkan bahwa teknologi perlu diarahkan untuk kemaslahatan, bukan dibiarkan berjalan tanpa kompas nilai.

Contoh penting dapat dilihat pada perbedaan penetapan awal Ramadan 1447 H. Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan jatuh pada 18 Februari 2026, sementara pemerintah menetapkannya pada 19 Februari 2026 melalui sidang isbat. Perbedaan ini sebetulnya dapat dijelaskan secara ilmiah sebagai perbedaan metodologis. Namun di media sosial, isu seperti ini kerap berubah menjadi bahan saling sindir dan perdebatan yang tidak produktif. Dalam situasi demikian, pelajar Muhammadiyah semestinya hadir untuk memberikan penjelasan yang jernih, santun, dan mendidik.

Pelajar Muhammadiyah tidak boleh membiarkan ruang digital dipenuhi akun-akun provokatif, potongan informasi tanpa konteks, atau narasi keagamaan yang justru mempermalukan tradisi ilmu Islam. Sebaliknya, mereka perlu meramaikan algoritma dengan konten yang argumentatif, damai, dan mencerahkan. Mereka dapat menjelaskan pentingnya tabayyun, mengedukasi soal etika bermedia, mengenalkan penggunaan AI yang bertanggung jawab, serta menyampaikan bahwa perbedaan dalam khazanah Islam harus disikapi dengan akhlak.

Lebih jauh lagi, dakwah digital pelajar Muhammadiyah harus bergerak dari sekadar ikut tren menuju memimpin percakapan. Mereka perlu membangun ekosistem dakwah digital yang terorganisasi melalui konten pendek yang kuat secara pesan, literasi cek fakta keagamaan, serta bahasa komunikasi yang dekat dengan generasi muda. Jika hal ini dilakukan secara konsisten, ruang digital tidak hanya menjadi tempat hiburan atau pertengkaran, tetapi dapat berubah menjadi ruang gerakan yang menumbuhkan kecerdasan dan akhlak.

Masa depan pelajar Muhammadiyah akan sangat dipengaruhi oleh cara mereka memperlakukan gawai. Jika teknologi hanya dipakai untuk hiburan dan perdebatan kosong, maka pelajar akan larut sebagai pengguna biasa. Namun jika teknologi dipakai untuk mendidik, berdakwah, dan menjernihkan ruang publik, maka pelajar Muhammadiyah akan tampil sebagai generasi yang memimpin peradaban digital dengan semangat Islam berkemajuan.

ا MH ]

Tuesday, March 31, 2026

Rejuvenasi Gerakan: Mengapa Muhammadiyah Menjadi Magnet Baru bagi Generasi Z Indonesia?

 


Jakarta, AlifMH.info — Peta religiusitas di kalangan generasi muda Indonesia tengah mengalami transformasi yang signifikan. Berdasarkan laporan riset dari Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta bertajuk Religious Trend di Kalangan Pemuda, terdapat kecenderungan kuat di mana Gen Z mulai menjauhi narasi keagamaan yang bersifat doktriner dan beralih ke aktivisme sosial yang lebih rasional serta terukur. Dalam dinamika ini, Muhammadiyah muncul sebagai organisasi yang paling mampu beradaptasi dengan karakter kritis generasi digital.

Salah satu daya tarik utama Muhammadiyah bagi Gen Z adalah sistem tata kelola organisasi yang transparan dan mandiri. Merujuk pada statistik resmi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), organisasi ini mengelola lebih dari 170 Perguruan Tinggi (PTM) dan ribuan fasilitas kesehatan. Bagi Gen Z yang sangat menghargai profesionalitas, keberadaan institusi yang nyata dan sistematis ini memberikan rasa aman dan kepercayaan.

Data dari Indikator Politik Indonesia dalam rilis survei Suara Anak Muda tentang Isu Sosial Politik Bangsa mengonfirmasi bahwa generasi muda saat ini menempatkan transparansi institusi sebagai prioritas utama. Muhammadiyah, dengan ekosistem ekonomi dan pendidikannya yang mapan, menjawab kebutuhan Gen Z akan wadah aktualisasi diri yang tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga profesional.

Muhammadiyah secara konsisten menunjukkan keberpihakan pada isu-isu global yang menjadi perhatian utama anak muda, seperti perubahan iklim dan kesetaraan. Melalui Muhammadiyah Climate Center (MCC), organisasi ini melibatkan kader-kader muda dalam program Green Youth Leader, sebuah langkah konkret yang selaras dengan laporan Deloitte Gen Z Survey yang menyatakan bahwa krisis iklim adalah kecemasan nomor satu generasi ini.

Selain itu, efektivitas kaderisasi di level akar rumput terbukti melalui capaian Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) yang secara konsisten diakui sebagai salah satu Organisasi Kepemudaan (OKP) Terbaik Nasional oleh Kemenpora RI. Penghargaan ini menegaskan bahwa Muhammadiyah berhasil menciptakan ruang bagi pemuda untuk memimpin dan berinovasi sejak dini.

Narasi "Islam Berkemajuan" yang diusung oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah berhasil menjembatani antara ketaatan beragama dengan gaya hidup modern. Dengan pendekatan yang inklusif, Muhammadiyah tidak lagi dipandang sebagai organisasi "orang tua", melainkan platform progresif bagi Gen Z untuk berkontribusi bagi masyarakat luas melalui jalur-jalur yang terstruktur dan berdampak nyata.

ا MH ]

Sunday, March 31, 2024

PRM Pondok Jagung Salurkan Santunan untuk Anak Yatim Piatu dan Dhuafa di Kegiatan Ramadhan

 

PRM Pondok Jagung Salurkan Santunan untuk Anak Yatim Piatu dan Dhuafa di Kegiatan Ramadhan
Foto Bersama Acara Santunan untuk Anak Yatim Piatu dan Dhuafa oleh PRM Pondok Jagung

Tangerang Selatan, AlifMH.info - Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pondok Jagung menggelar acara buka puasa bersama dan santunan bagi anak yatim piatu serta dhuafa di Masjid At Tarbiyah, yang berlokasi di area bekas Giant Villa Melati Mas, kini menjadi Hypermart, pada Ahad sore (31/03/2024).

Kegiatan ini, yang berlangsung pada awal 10 hari terakhir Ramadhan, diadakan dengan tujuan untuk mewujudkan rasa kepedulian sekaligus sebagai sarana dakwah PRM Pondok Jagung. Salah satu fokus dakwah tersebut adalah memperkenalkan Muhammadiyah agar dapat diterima di lingkungan Kelurahan Pondok Jagung, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan.

"Fajar Sulistiyo, ketua PRM Pondok Jagung, menjelaskan bahwa Muhammadiyah bukanlah aliran agama baru, melainkan sebuah organisasi Islam," ujar dalam sambutannya.

PRM Pondok Jagung Salurkan Santunan untuk Anak Yatim Piatu dan Dhuafa di Kegiatan Ramadhan
Fajar Sulistiyo; Ketua PRM Pondok Jagung

Fajar juga menyampaikan bahwa keberhasilan kegiatan ini tak lepas dari kontribusi dan partisipasi para donatur, mantan karyawan Giant, Lazismu BSD, dan HK Brothers Tour & Travel.

Sebanyak 50 paket bingkisan dan santunan uang diberikan kepada anak yatim piatu dan janda dhuafa yang berada di sekitar Kelurahan Pondok Jagung, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan.

Selain santunan, kegiatan ini juga diisi dengan tausiyah oleh Ustaz Joko Widikdo serta buka puasa bersama.

Sementara itu, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid At Tarbiyah, Ustaz Heryanto, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih karena kegiatan yang rutin dilakukan dapat dibantu oleh PRM Pondok Jagung tahun ini. "Semoga tahun berikutnya juga dapat terlaksana," ucap Heryanto.

Kedepannya, PRM Pondok Jagung berkomitmen untuk terus melaksanakan dakwah Islam yang progresif dengan mengadakan kajian rutin serta berbagai kegiatan sosial lainnya, seperti bekam massal dan sunatan massal.

"Kami dari PRM Pondok Jagung akan terus berupaya menyelenggarakan kegiatan keagamaan seperti kajian rutin, serta kegiatan sosial lainnya seperti bekam massal dan sunatan massal. Semoga Allah memudahkan," tutup Fajar.

ا MH ]

Wednesday, July 26, 2023

Pimpinan Cabang Muhammadiyah Serpong Utara Menggelar Acara "Gowes Sang Pencerah Tangerang Raya"

Pimpinan Cabang Muhammadiyah Serpong Utara Menggelar Acara "Gowes Sang Pencerah Tangerang Raya"
Poster "Gowes Sang Pencerah Tangerang Raya"

Tangerang, AlifMH.info - Pada hari Ahad, tanggal 06 Agustus 2023, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Serpong Utara (PCM Serpong Utara) akan menggelar acara "Gowes Sang Pencerah Tangerang Raya". Acara ini akan dimulai dan diakhiri di Lotte Mart Alam Sutera.

Acara "Gowes Sang Pencerah Tangerang Raya" menawarkan rute sejauh 18 Km yang menyenangkan bagi para peserta. Rute tersebut meliputi Lotte Mart, Jalan Raya Serpong, Giabt BSD, Foresta, BSD Golf, Jl. Raya Serpong, Bunderan Alam Sutera, dan berakhir kembali di Lotte Mart. Peserta akan menikmati pemandangan menarik selama perjalanan sambil menikmati kebersamaan dengan sesama pecinta bersepeda.

Untuk dapat berpartisipasi dalam acara ini, peserta diharapkan membeli tiket seharga Rp 125.000, yang sudah termasuk jersey, minuman, dan snack. Selain itu, tersedia juga doorprize menarik bagi peserta yang beruntung.

Bagi yang berminat dan memerlukan informasi lebih lanjut serta ingin mendaftar, dapat menghubungi nara hubung, yaitu Nanang di nomor 0811442392, atau melalui akun Instagram PCM Serpong Utara: @pcmserpongutara.

Para pecinta sepeda, jangan lewatkan kesempatan untuk ikut serta dalam acara "Gowes Sang Pencerah Tangerang Raya" yang akan diadakan oleh PCM Serpong Utara. Bergabunglah dalam semangat persaudaraan dan gaya hidup sehat.

ا MF ]

Sunday, June 11, 2023

Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Tangerang Selatan Menggelar Pengajian Dzulqo'dah dan Musyawarah Cabang Serentak

Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Tangerang Selatan Menggelar Pengajian Dzulqo'dah dan Musyawarah Cabang Serentak
Acara Pengajian Dzulqo'dah dan Musyawarah Cabang Serentak se- Kota Tangerang Selatan

Tangerang Selatan, AlifMH.info - Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Tangerang Selatan secara resmi melaksanakan Pengajian Dzulqo'dah dan Musyawarah Cabang Serentak Pemuda Muhammadiyah Cabang se-Tangerang Selatan periode tahun 2023-2027. Acara ini mengusung tema "Pemuda Muhammadiyah Kota Tangerang Selatan Mewujudkan Generasi Berkemajuan". Pengajian dan musyawarah ini berlangsung pada hari Ahad, 11 Juni 2023, dimulai pukul 13.00 WIB hingga pukul 17.30 WIB, bertempat di gedung Dakwah PDM Kota Tangerang Selatan.

Pengajian Dzulqo'dah menjadi salah satu bagian dari acara ini, yang disajikan oleh Dr. H. Muhtarom, MM., Ak., CA. Dr. H. Muhtarom merupakan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan juga menjabat sebagai Plt Sekda Provinsi Banten. Dalam pengajiannya, beliau mengangkat tema "Lanskap Muhammadiyah Tangerang Selatan Kedepan - Membaca Program Skala Prioritas".

Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Tangerang Selatan Menggelar Pengajian Dzulqo'dah dan Musyawarah Cabang Serentak
Pengajian Dzulqo'dah yang disajikan oleh Dr. H. Muhtarom, MM., Ak., CA

Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari seluruh cabang Pemuda Muhammadiyah se-Tangerang Selatan, yang bertujuan untuk menjalin Silaturrahim dan meningkatkan ukhuwah islamiyah Pimpinan Cabang dan Ranting Pemuda Muhammadiyah di lingkungan Tangerang Selatan, Mengevaluasi kinerja dan menentukan program kerja ke depan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah di lingkungan Kota Tangerang Selatan, dan Suksesi Kepemimpinan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah di lingkungan Kota Tangerang Selatan.

Dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Tangerang Selatan, Fathor Rohman, M.Ag., mengungkapkan harapannya agar musyawarah cabang serentak ini dapat menghasilkan langkah-langkah strategis yang dapat mewujudkan generasi pemuda yang berkemajuan di Kota Tangerang Selatan. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dan kerja sama antara cabang-cabang Pemuda Muhammadiyah untuk mencapai tujuan tersebut.

Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Tangerang Selatan Menggelar Pengajian Dzulqo'dah dan Musyawarah Cabang Serentak
Sambutan Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Tangerang Selatan, Fathor Rohman, M.Ag.

Pengajian Dzulqo'dah dan Musyawarah Cabang Serentak ini diharapkan dapat menjadi momentum yang berarti bagi Pemuda Muhammadiyah Kota Tangerang Selatan dalam memperkuat peran dan kontribusinya dalam pembangunan masyarakat dan bangsa. Dengan tema yang diangkat, diharapkan tercipta pemuda-pemuda yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Akhir dari pengajian ini ditandai dengan penyampaian ucapan terima kasih kepada semua peserta yang telah hadir, serta harapan agar semangat kebersamaan dan semangat berkarya terus terjaga dalam pelaksanaan program-program yang akan datang.

ا MF ]

Sunday, April 16, 2023

"Geliat Ramadhan" Geliat Berbagi untuk Kebaikan Kota Tangerang Selatan

"Geliat Ramadhan" Geliat Berbagi untuk Kebaikan Kota Tangerang Selatan
Pembagian takjil kepada masyarakat di beberapa titik di Kota Tangerang Selatan oleh Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kota Tangerang Selatan

Tangerang Selatan, AlifMH.info - Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Tangerang Selatan bekerjasama dengan LazisMu menggelar kegiatan “Geliat Berbagi untuk Kebaikan Kota Tangerang Selatan”. Kegiatan tersebut berupa pembagian takjil kepada masyarakat di beberapa titik di Kota Tangerang Selatan.

Dalam keterangan yang diterima, Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kota Tangerang Selatan, Fathor Rohman, M.Ag mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian organisasi terhadap masyarakat di sekitarnya. "Kami berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat yang sedang berpuasa untuk dapat berbuka dengan tenang dan nyaman", ujar Fathor.

Acara yang digelar pada hari Sabtu, 15 April 2023 tersebut mendapat antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Para relawan dari Pemuda Muhammadiyah dan LazisMu dengan sigap menyiapkan takjil dan membagikannya kepada warga yang membutuhkan.

Kegiatan "Geliat Berbagi untuk Kebaikan Kota Tangerang Selatan" diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi organisasi lain untuk dapat berbuat kebaikan dan membantu masyarakat di sekitar mereka, terutama pada bulan Ramadhan yang penuh berkah ini.

ا MF ]

Inspiration

Figure

Techno