KMPs ITB Gandeng Nusawater, Gelar Webinar “From Water to Real Impact” untuk Mahasiswa Pascasarjana
Bandung, AlifMH.info — Keluarga Mahasiswa Pascasarjana Institut Teknologi Bandung (KM Pasca ITB) berkolaborasi dengan Nusawater menggelar webinar bertajuk “From Water to Real Impact: Mengenal Industri Air, Teknologi, dan Peluang Karier Berkelanjutan” pada Jumat, 22 Mei 2026, pukul 19.00 WIB secara virtual melalui platform Zoom.
Kegiatan yang ditujukan bagi mahasiswa pascasarjana ITB ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Sugeng Yulianto dan Fatrian R.R., yang merupakan praktisi di bidang industri air. Webinar ini dirancang untuk membuka wawasan peserta mengenai ekosistem industri air di Indonesia, mulai dari proses pengolahan air bersih dan air limbah, tantangan infrastruktur, hingga peluang karier yang menjanjikan di sektor strategis tersebut.
Air sebagai Isu Strategis dan Peluang Karier
Dalam pemaparannya, Nusawater menyoroti bahwa keamanan air bukan lagi isu yang jauh dari keseharian, melainkan telah menjadi kendala sistemik bagi perkotaan, industri, dan ketahanan karier. Data global menunjukkan bahwa 2,1 miliar orang masih kekurangan akses terhadap air minum yang terkelola dengan aman, serta 25 negara menghadapi tekanan air yang sangat tinggi setiap tahunnya.
Indonesia sendiri menghadapi paradoks: meskipun kaya akan sumber daya air, kualitas, kontinuitas, dan keamanan air masih menjadi tantangan besar. Hanya 20,49 persen penduduk yang memiliki akses terhadap air minum terkelola dengan aman pada 2023, meskipun akses terhadap sumber air yang lebih baik mencapai 92,64 persen pada 2024.
Webinar ini juga menyoroti bahwa limbah cair merupakan peluang yang selama ini terabaikan. Secara global, 42 persen air limbah rumah tangga belum diolah dengan aman, dan 113 miliar meter kubik air limbah dilepaskan tanpa pengolahan yang memadai. Industri air, menurut Nusawater, bukan sekadar proses instalasi pengolahan, melainkan sistem siklus penuh yang mencakup sumber air, pengolahan, distribusi, penggunaan, pengolahan limbah, hingga daur ulang dan pemanfaatan kembali lumpur.
Peran Nusawater sebagai Jembatan Akademisi dan Industri
Nusawater memosisikan diri sebagai platform praktis yang menghubungkan mahasiswa, dosen, industri, regulator, dan masyarakat dalam ekosistem pengelolaan air berkelanjutan. Melalui berbagai kegiatan seperti berbagi pengetahuan, klinik riset, kunjungan lapangan, hingga publikasi kolaboratif, Nusawater berupaya mencetak generasi profesional air yang tidak hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga mampu memahami bisnis, regulasi, dan keberlanjutan.
“Industri air membutuhkan profesional yang menggabungkan keahlian teknik, bisnis, dan keberlanjutan,” demikian salah satu pesan yang disampaikan dalam webinar. Jalur karier di sektor ini pun terbuka lebar, mulai dari insinyur proses, spesialis pengolahan air, tenaga penjualan teknis, analis lingkungan, hingga spesialis sistem air cerdas berbasis IoT dan kecerdasan buatan.
Tantangan dan Keterampilan Masa Depan
Para peserta juga diajak memahami tantangan membangun karier di industri air, seperti masih terbatasnya paparan di perkuliahan, kesenjangan antara teori dan praktik lapangan, serta kompleksitas regulasi yang terus berubah. Karena itu, keterampilan teknis seperti pemahaman proses pengolahan air, analisis data, dan otomatisasi perlu diimbangi dengan keterampilan bisnis seperti komunikasi, negosiasi, dan manajemen proyek.
Webinar ditutup dengan ajakan bagi para peserta untuk tidak sekadar lulus, tetapi menyelesaikan masalah air nyata: mengamati, mengukur, dan berkolaborasi membangun solusi bersama. Nusawater mengundang seluruh peserta untuk bergabung dalam komunitas profesional air Indonesia, terus belajar, dan menciptakan dampak bermakna.
[ ا MH ]