4 Langkah Stategis Dispertanpangan Kudus Menghadapi Cuaca Extrim - Alif MH - Info

Monday, February 22, 2021

4 Langkah Stategis Dispertanpangan Kudus Menghadapi Cuaca Extrim

4 Langkah Stategis Dispertanpangan Kudus Menghadapi Cuaca Extrim
Tim Dispertanpangan Kudus dan Plt Bupati Kudus, HM Hartopo

Kudus, AlifMH.info - Cuaca extrim tahun 2021 ini menurut BMKG diperkirakan berlangsung sampai akhir Februari 2021. Dampak Perubahan Iklim (DPI) ini curah hujan tinggi sehingga banyak area persawahan banjir dan petani mengalami puso (gagal panen).

 

Guna menghadapi DPI, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus yang dikomandani Catur Sulistiyanto S.Sos MM melakukan empat langkah strategis:

1. Distribusi pangan akibat bencana 15 ton ( 8 ton APBD  Kudus, 7 ton APBD Propinsi ).

2. Penghitungan dan percepatan pengajuan klaim AUTP.

3. Pengitungan dan pendistribusian Benih padi akibat Dampak Perubahan Iklim.

4. Melaksanakan Pemompaan genangan persawahan.

 

Tiga program sudah dilaksanakan pada petani. Sedangkan langkah keempat, yakni mengerahkan pompa untuk menyedot air dibuang ke aliran sungai pendo Desa Kirig Kecamatan Mejobo. Kegiatan ini disaksikan langsung oleh Plt Bupati Kudus, HM Hartopo dari atas jembatan Kali Pendo, Senin (22/02/2021) padi tadi.


4 Langkah Stategis Dispertanpangan Kudus Menghadapi Cuaca Extrim
Dispertanpangan Kudus Pantau Pengerahan pompa untuk menyedot air dibuang ke aliran sungai pendo Desa Kirig Kecamatan Mejobo

Disini Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus mengerahkan 6 pompa. Terdiri dari 5 pompa ukuran 6 inch dan satu unit berukuran 10 inch. Pilihan lokasi desa Kirig ini karena area yang tergenang cukup luas yakni 45 hektar. Air di persawahan desa Kirig disedot dialirkan ke sungai pendo dan selanjutnya menuju ke Sungai Jeratun Seluna.


4 Langkah Stategis Dispertanpangan Kudus Menghadapi Cuaca Extrim
Pengerahan pompa untuk menyedot air dibuang ke aliran sungai pendo Desa Kirig Kecamatan Mejobo

“Dengan kondisi terang begini, insyallah ngga sampai satu minggu air di persawahan utara jalan segera menyusut. Langkah seperti ini bisa kita lakukan ke tempat lain, selama ada saluran air untuk pembuangan,” kata HM Hartopo didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Catur Sulistiyanto disela sela meninjau proses penyedotan air banjir di areal hamparan desa Kirig.

 

Dijelaskan, selain desa Kirig, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus juga mengerahkan pompa di desa Setrokalangan Kecamatan Kaliwungu sebanyak dua unit. Luas hamparan yang tergenang mencapai 20 hektar.

 

“Kita optimis dengan pengoperasian pompa ini bisa mempercepat surutnya banjir yang menggenangi persawahan. Terutama di Kirig Kecamatan Mejobo dan Setrokalangan Kecamatan kaliwungu yang kita tangani lebih dahulu ,” tukasnya.

 

ا MF ]

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda